Info Terbaru

Waspada Investasi Property Syariah Fiktif! Ini Cara Aman Beli Rumah

Waspada Investasi Property Syariah Fiktif! Ini Cara Aman Beli Rumah

Bareksa.com - Kasus penipuan investasi berkedok penjualan perumahan syariah Multazam Islamic Residence yang dijalankan PT Cahaya Mentari Pratama, kemarin (6/1/2020), berhasil dibongkar Polisi Surabaya, Jawa Timur. Total kerugian diperkirakan ratusan miliar rupiah.

Pada kasus dimaksud, tanah perumahan yang dijanjikan ternyata tanah orang lain. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus dimaksud termasuk siapa saja yang diduga terlibat di dalamnya.

Kasus penipuan penjualan rumah syariah, juga ditemukan pada tahun lalu. Polda Metro Jaya mengungkapkan, para tersangka telah menipu 3.680 korban dengan total kerugian mencapai Rp40 miliar. Perumahan syariah itu rencananya akan rampung dibangun pada Desember 2018, di daerah Tangerang Selatan dan Banten.

Tapi, hingga saat ini perumahan syariah seperti yang dijanjikan kepada para korban belum dibangun. Para tersangka malah melarikan diri dengan menggunakan uang para korban.

Imbauan Wakil Presiden

Di sisi lain Wakil Presiden Ma'ruf Amin seperti dikutip Kompas.com (7/1), meminta pengembang perumahaan mengedukasi masyarakat dengan informasi seputar jual beli rumah yang aman. Saat menerima kunjungan Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (DPP REI) di Kantor Wapres kemarin, Ma'ruf Amin mengatakan imbauan tersebut menyusul adanya kasus penjualan rumah secara syariah yang ternyata bodong.

"Timbul yang namanya itu berkedok investasi perumahan bodong. Bodong, bahkan syariah. Saya mohon REI supaya aktif memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat," ujar Ma'ruf.

Wakil Presiden mengimbau, masyarakat untuk aktif mencari informasi yang lengkap dan akurat terkait pembelian rumah sekalipun dilakukan secara syariah. Saat ini jumlah korban yang tertipu perumahan syariah juga cukup banyak dan merugikan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah.

"Jadi kita minta edukasi supaya tidak mudah tertipu terprovokasi oleh oknum-oknum yang melakukan kedok investasi perumahan bahkan syariah. Sehingga banyak masyarakat yang tertipu," katat Ma'ruf.

Sementara itu secara terpisah, Ketua Tim Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi), Tongam Lumban Tobing mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika ingin berinvestasi dalam bentuk apapun. "Jika ada penawaran kenali 2L-nya yakni legal dan logis. Legal artinya tanyakan izinnya (perusahaan dan bentuk investasi yang ditawarkan,red) dan logis artinya pahami rasionalitas imbal hasilnya," kata Tongam kepada Bareksa.

Beli Rumah Aman

Rumah atau property bisa menjadi sebuah bentuk investasi. Akan tetapi, dibutuhkan uang yang tidak sedikit dan untuk itu perlu mempersiapkan dana pembelian secara khusus.

Bila kita menghindari berutang atau kredit, kita bisa mengumpulkan uang dengan cara menabung atau berinvestasi. Apapun cara yang dipilih, Bareksa mengimbau untuk mempertimbangkan saran yang disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan juga Ketua Tim Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing di atas.

Nah katakanlah cara membeli rumah yang ingin dibeli secara tunai, alias tanpa kredit. Sekali lagi, sebelum membeli rumah yang diincar pastikan dulu legalitas baik keabsahan pengembang perumahan maupun tanah yang ditawarkan untuk dibangun rumah ya.

Katakanlah kamu memilih nabung investasi reksadana di marketplace Bareksa. Adapun jenis reksadana yang kamu pertimbangkan adalah reksadana campuran.

Misalkan saja kamu memperkirakan butuh uang Rp800 juta untuk membeli rumah disekitar Bogor dan Tangerang. Katakanlah kamu memutuskan akan menyiapkan waktu selama 10 tahun untuk menyediakan uang yang dibutuhkan.

Berdasarkan daftar reksadana yang dijual di Bareksa, top 5 reksadana campuran return tertinggi mampu memberikan imbal hasil 121,47 persen hingga 233,71 persen dalam 10 tahun terakhir (per 6 Januari 2020). Secara rata-rata, top 5 reksadana tersebut memberikan imbal hasil 161,40 persen persen dalam 10 tahun atau secara rata-rata 16,14 persen dalam 1 tahun.

Perlu diingat, nilai imbal hasil tersebut adalah berdasarkan kinerja historikal, sehingga tidak menjamin kinerja imbal hasilnya akan serupa dalam satu tahun ke depan. Meski begitu kinerja return di masa mendatang bisa lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung kondisi pasar.

Sumber : www.bareksa.com

Baca Juga Artikel Seputar Properti Syariah Disini

Rosalie Propertindo

Rosalie Propertindo adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum, kontraktor (pekerjaan mekanikal & elektrikal, pekerjaan kontruksi, pembangunan jembatan, pembangunan gedung) serta developer (pembangunan perumahan/real estate).