Info Terbaru

Trend Pasar Properti Mulai Meningkat

Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch sekaligus Pengamat Property, Ali Tranghanda mengatakan, pada tahun 2020 ini pasar properti mulai membaik, melihat pertumbuhan ekonomi yang stabil dan suku bunga yang relatif rendah.

“Semenjak 2013 hingga 2019 ini pasar properti terjun bebas.

Kami melihat sebenarnya pasar properti mulai membaik, dari analisa beberapa penjualan properti mulai meningkat," kata Ali Tranghanda, dalam Paparan “Jakarta Eastern Coridor Market Highlight 2020, di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (13/1).

Menurutnya,  ada beberapa alasan kenapa pasar properti terus mengalami penurunan. Pada tahun 2017 seharusnya properti mulai bangkit, tetapi pilkada DKI Jakarta berdampak luas terhadap pasar properti secara nasional.

Kemudian pada tahun 2018 adalah tahun politik dimana ada pemilu dan juga pilpres sehingga banyak investor yang wait and see.

Harga properti yang terlalu tinggi disertai dengan isu poliitk membuat pasar properti tertahan lebih lama untuk mencari keseimbangan pasar baru.

“Pasar properti akan meningkat cepat sampai dengan tahun 2022 akibat telah lama tertahan,” kata Ali. Menurutnya, secara ekonomi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 ini diperdiksi bakal stabil antara 4,9-5,1%.

Dimana kontribusi ekonomi terbesar masih masih berfokus di Jawa sebesar 58,48 % dengan pertumbuhan 5,72%. Begitu juga dengan distribusi KPR/KPA masih berada di pulau Jawa capai 71%, disusul oleh Sumatera sebesar 13%, Kalimantan dan Sulawesi sebesar 6%, Bali-NTT 3% serta Maluku-papua 1%.

Sampai Maret 2018 pulau Jawa penyerapan kredit terbesar berada di Jakarta sebesar Rp117,4 triliun, kemudian Jawa Barat sebesar Rp 92 triliun, Jawa Timur sebesar Rp45,3 triliun, Banten sebesar Rp32,2 triliun dan sisianya Jawa tengah Rp21,1 triliun dan Jogyakarta sebesar Rp4,5 triliun.

“Dominasi pembelian rumah tapak di rentang usia 26-35 tahun terus mengalami peningkatan dibandingkan dengan generasi di atas 35 tahun,” kata dia. Menurut Ali, perumahan untuk kelas menengah masih menjadi primadona di kisaran harga antara Rp300 jutaan sampai dengan Rp1 miliar.

Apartemen menengah berbasis TOD masih marak di kisaran harga Rp300-500 jutaan.

Trend Pasar Properti Mulai Meningkat

Apartemen dan rumah mewah pasarnya masih besar tetapi masih sangat selektif. “Sedangkan perkantoran masih tertahan,” ujarnya.

Sementara trend penjualan di kawasan Jabodetabek-Banten sampai dengan kuartal ketiga tahun 2019 alami kenaikan, bahkan lebih tinggi sebesar 34,8%.

Tangerang dan sekitarnya masih membukukan penjualan terbesar diikuti oleh Bekasi dan Bogor.

Kenaikan penjualan terjadi di Serang-Cilegon. Menurutnya, penjualan masih didominasi oleh rumah dengan harga jual Rp 300 jutaan-Rp1 miliar. Pengembnag relatif masih berhati hati untuk menaikkan harga.

Harga rumah paling dicari itu di kisaran Rp300 jutaan sebesar 35,37%, kemudian harga kisaran Rp501 jutaan sampai Rp1 miliar sekitar 30%.  Sedangkan untuk harga rumah Rp301-500 jutaan sekitar 24,2 % dan harga rumah diatas Rp1 miliar sebesar 10,09%.

Sumber : www.investor.id

Rosalie Propertindo

Rosalie Propertindo adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum, kontraktor (pekerjaan mekanikal & elektrikal, pekerjaan kontruksi, pembangunan jembatan, pembangunan gedung) serta developer (pembangunan perumahan/real estate).