Info Terbaru

Panduan Lengkap Perumahan Syariah Anti Bodong

Panduan Lengkap Perumahan Syariah Anti Bodong

RumahCom-Anda pernah mendengar kasus penipuan yang berkaitan dengan perumahan syariah? Setidaknya, ada beberapa kasus penipuan perumahan syariah atau pengembang bodong yang mencuat ke permukaan dengan korban lebih dari ribuan orang.

Pengembang fiktif ini biasanya mengiklankan proyek perumahan dengan embel-embel syariah. Kemudian menjanjikan berbagai kemudahan kepada konsumen, seperti cicilan tanpa riba, proses yang mudah tanpa harus berurusan dengan bank, dan syarat-syarat yang tidak ribet.

Konsumen pun tergiur dengan kemudahan yang ditawarkan, sehingga bersedia menyetorkan sejumlah uang. Padahal, proyek perumahan yang ditawarkan hanyalah fiktif belaka. Bahkan, pada beberapa kasus yang terjadi tanah perumahan yang dijanjikan merupakan tanah orang lain.

Bagaimana cara menghindari pengembang bodong berkedok perumahan syariah? Simak ulasan mengenai panduan lengkap perumahan syariah anti bodong berikut ini. Artikel ini akan membahas:

-> Pengertian Perumahan Syariah

-> Kelebihan dan Kekurangan Perumahan Syariah

-> Prosedur dan Syarat Pengajuan KPR Syariah

-> Prosedur Pengajuan KPR Syariah

-> Syarat Pengajuan KPR Syariah

Cara Memilih Developer Perumahan Syariah yang Tepercaya

 

Pengertian Perumahan Syariah

  Panduan Lengkap Perumahan Syariah    

Secara umum perumahan syariah diartikan sebagai jenis properti yang sistem transaksinya dijalankan sesuai dengan syariah Islam. Istilah syariah merujuk pada pengertian bahwa skema kepemilikannya dijalankan sesuai ajaran agama Islam.

Skema kepemilikan hunian dalam perumahan syariah atau biasa disebut dengan KPR syariah dijalankan dengan menggunakan akad yang sesuai dengan syariah islam. Dengan kata lain, pembelian perumahan syariah ini dilakukan tanpa bank, tanpa bunga, tanpa denda, tanpa asuransi, tanpa sita, dan tanpa akad yang bermasalah.

Konsep syariah inilah yang menjadi pertimbangan bagi muslim yang ingin memiliki rumah. Namun, terkendala skema kredit pemilikan rumah yang masih terdapat unsur riba. Kehadiran perumahan syariah tentu saja menjadi jawaban bagi muslim yang memiliki impian membeli rumah yang bebas riba.

 

Kelebihan dan Kekurangan Perumahan Syariah

  kelebihan dan kekurangan perumahan syariah    

Berbeda dengan KPR pada umumnya, KPR syariah menawarkan cicilan dengan jumlah tetap setiap bulan karena menerapkan sistem bagi hasil kepada nasabah. Ditambah dengan skema kepemilikan hunian yang tanpa riba, KPR syariah pun menjadi pilihan banyak orang.

Namun, bukan berarti KPR syariah tidak memiliki kekurangan. Anda tetap harus berhati-hati agar celah yang terdapat dalam skema KPR syariah tidak dijadikan modus bagi pengembang fiktif untuk menawarkan perumahan syariah fiktif.

Ketahui beberapa kelebihan dan kekurangan perumahan syariah berikut ini, seperti dilansir dari Liputan6.com:

 

Kelebihan Perumahan Syariah

-> KPR syariah menetapkan jumlah cicilan yang tetap (fixed) setiap bulan dan tidak tergantung pada suku bunga Bank Indonesia.

-> Akad yang digunakan adalah akad istishna’ atau pesan bangun untuk menghindari riba.

-> Tidak adanya bank artinya bebas dari BI checking, sehingga mempermudah para pekerja informal untuk mengajukan permohonan.

-> Para pekerja informal kerap menjadi target para pengembang perumahan syariah.

-> Proses pembangunan dan serah terima cukup singkat, yaitu hanya sekitar 6–12 bulan.

 

Kekurangan Perumahan Syariah

-> Meskipun suku bunga turun, jumlah cicilan yang harus dibayarkan tetap sama setiap bulan.

-> Tidak berbeda dengan KPR konvensional, KPR syariah juga menerapkan sistem denda jika debitur terlambat membayar.

-> Untuk menghindari riba, pengembang properti syariah tidak bekerja sama dengan bank, sehingga calon pembeli bertransaksi langsung dengan developer. Di sinilah terdapat celah yang bisa digunakan untuk penipuan.

-> Tidak ada asuransi yang menanggung kondisi rumah jika terjadi sesuatu di kemudian hari.

-> Tenor pinjaman maksimal KPR syariah hanya sampai 15 tahun, sedangkan KPR konvensional mencapai 25 tahun.

 

Prosedur dan Syarat Pengajuan KPR Syariah

  Prosedur dan Syarat Pengajuan KPR Syariah  

Meskipun proses pengajuan KPR syariah termasuk mudah, tentu saja terdapat beberapa syarat dan prosedur yang harus Anda lakukan. Pahamilah prosedur dan persyaratan mengajukan KPR syariah berikut ini.

 

Prosedur Pengajuan KPR Syariah

-> Carilah pengembang tepercaya yang memiliki reputasi yang bagus.

-> Mintalah brosur atau informasi tentang perumahan syariah yang ditawarkan.

-> Perhatikan dengan cermat setiap detail informasi seperti harga, jumlah cicilan per bulan, lokasi perumahan, syarat yang diperlukan, dan lain sebagainya.

-> Siapkan syarat-syarat yang diperlukan.

-> Siapkan juga budget untuk mengurus pengajuan atau uang DP.

 

Syarat Pengajuan KPR Syariah

-> Umumnya, syarat mengajukan KPR syariah hampir sama seperti syarat pengajuan KPR di bank konvensional, antara lain:

-> Anda merupakan Warga Negara Indonesia.Anda merupakan karyawan tetap atau Anda memiliki penghasilan sendiri.

-> Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah

-> Tidak termasuk dalam daftar pembiayaan bermasalah.

-> Menyertakan fotokopi KTP, NPWP, Kartu Keluarga, dan Buku Nikah.

-> Slip gaji dan rekening koran minimal 3 bulan terakhir.

 

Cara Memilih Developer Perumahan Syariah yang Tepercaya

  Cara Memilih Developer Perumahan Syariah yang Tepercaya  

Dikutip dari Kompas.com, Anda tetap harus mewaspadai penipuan perumahan syariah mengingat beberapa kasus terkait yang pernah terjadi. Agar terhindar dari penipuan pengembang KPR syariah bodong, sebaiknya Anda mengecek latar belakang pengembang. Sebelum memutuskan mengambil KPR syariah, Anda juga perlu melakukan hal-hal berikut ini untuk menghindari masalah di masa depan.

-> Lakukan riset untuk mengetahui pengembang perumahan syariah yang memiliki track record Carilah informasi mengenai tingkat kepuasan konsumen. Jika ada lebih banyak review positif daripada review negatif, Anda bisa memilih pengembang itu. Jika Anda kesulitan untuk mengetahui informasi tersebut, cari tahu langsung dengan mengunjungi kantor pengembang syariah yang Anda inginkan.

-> Hindari berurusan dengan perusahaan fiktif yang hanya memiliki nama saja tanpa kantor.

-> Sebaiknya Anda memilih pengembang perumahan syariah yang sudah bekerja sama dengan bank syariah tepercaya agar skema pembiayaannya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

-> Cek kelengkapan izin developer, yaitu izin peruntukan penggunaan tanah, izin lokasi, site plan yang telah disahkan, SIPPT (Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah), nomor sertifikat tanah, surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), surat Izin Penggunaan Bangunan (IPB), dan sertifikat tanah atas nama SHGB atau HGB Induk atas nama pengembang.

-> Kunjungi pula lokasi perumahan yang hendak dibangun. Cek ketersediaan rumah dan lakukan verifikasi apakah rumah yang telah dibeli konsumen lain sudah dibangun oleh pengembang.

-> Hindari membayar sejumlah uang (termasuk DP) kepada pengembang, jika Anda belum merasa puas dengan kelengkapan dokumen yang mereka miliki atau jika Anda belum memahami akad dan perjanjiannya.

-> Lakukan semua proses pengajuan KPR dengan saksi pihak ketiga yang dapat dipercaya dan memiliki kekuatan hukum, misalnya saksi merupakan seorang notaris. Pastikan juga setiap dokumen dilengkapi dengan materai yang bisa dijadikan bukti sah.

Sumber : www.rumah.com

Rosalie Propertindo

Rosalie Propertindo adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum, kontraktor (pekerjaan mekanikal & elektrikal, pekerjaan kontruksi, pembangunan jembatan, pembangunan gedung) serta developer (pembangunan perumahan/real estate).