Info Terbaru

Marak Penipuan Berkedok Properti Syariah, Begini Saran REI!

Marak Penipuan Berkedok Properti Syariah, Begini Saran REI!. Masyarakat jangan mudah terpikat dengan harga murah yang ditawarkan. Perlu diperiksa mengenai perizinan dan rekam jejak pengembang.

Beberapa bulan terakhir pemberitaan mengenai penipuan properti hunian syariah semakin ramai terjadi di berbagai daerah. Jumlah korban kejahatan tersebut juga tidak sedikit, bisa mencapai ribuan korban tertipu oleh satu pengembang. Kondisi ini tentunya sangat berisiko bagi masyarakat yang sedang ingin memiliki properti khususnya tempat tinggal.

Umumnya, property syariah menawarkan biaya rumah dan cicilan lebih ringan dibandingkan konvensional atau melalui perbankan. Selain itu, bagi masyarakat beragama Islam, property syariah menjadi jalan keluar menghindari praktik riba. Sayangnya, kebutuhan tersebut dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab sehingga menipu masyarakat sebagai konsumen.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia, Totok Lusida menyatakan konsumen harus cermat sebelum membeli property syariah. Menurutnya, risiko penipuan pada property syariah justru lebih tinggi dibandingkan konvensional salah satunya karena tidak melibatkan perbankan. Padahal, menggunakan perbankan jauh lebih aman dari risiko penipuan.

"Kami mengimbau dalam transaksi ini menggunakan layanan perbankan dalam hal ini perbankan syariah karena lebih aman dan agar tidak ada dusta antara end user dan pengembang," kata Totok saat dihubungi hukumonline, Selasa (7/1).

Pengembang Properti Syariah

Menurutnya, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan para pengembang property syariah harus diteliti terlebih dahulu karena regulasi property syariah justru lebih ketat dibandingkan konvensional. Sehingga, dia mengimbau agar masyarakat memeriksa secara detil sebelum membeli property syariah. Misalnya, masyarakat harus memeriksa legalitas dan rekam jejak pengembang, izin usaha serta surat kepemilikan tanah.

"Justru property syariah aturannya lebih ketat. Harus ada pembenahan dari pemerintah mengenai persoalan ini. Jangan sampai menawarkan property syariah ternyata usahanya bodong. Masyarakat atau end user wajib mengecek perizinannya, peruntukan lahan, kepemilikan tanah sampai reputasi pengembang," jelas Totok.

Kemudian, Totok juga meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan para pengembang tersebut. Menurutnya, harga murah tersebut bisa jadi hanya sebagai pemikat hati konsumen agar tergiur membeli properti tersebut.

Menurut Totok, masih banyak pengembang property syariah tidak memiliki legalitas jelas. Dia juga meminta pemerintah agar mewajibkan para pengembang tersebut tergabung dalam asosiasi. Hal ini diharapkan dapat menghindari maraknya penipuan dalam property syariah.

"Kalau kondisinya seperti ini di luar kontrol kami sebagai asosiasi karena mereka tidak tergabung dalam asosiasi. Pemerintah harus mewajibkan para pengembang tergabung dalam asosiasi," tambahnya.

Sistem Transaksi Property Syariah

1. Tanpa riba seperti bunga dan denda.

2. Akad jual beli antara pengembang dan konsumen (tanpa pihak ketiga)

3. Harga jual tidak berubah sejak akad

4. Tidak ada asuransi

5. Tanpa sita

Salah satu kasus penipuan berkedok property syariah berhasi terungkap Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya yang dilakukan pengembang perumahan “Multazam Islamic Residence” yang dikelola PT Cahaya Mentari Pratama, setelah adanya laporan dari puluhan konsumen yang mengaku tertipu.

Sebelumnya, Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sandi Nugroho di Surabaya, Senin (7/1), mengatakan terdapat 32 konsumen perumahan itu telah melapor, dan menyadari telah tertipu pengembang tersebut.

"Selain 32 orang yang melapor ke Polrestabes Surabaya, beberapa konsumen lainnya juga diinformasikan telah melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Sidoarjo. Kami belum tahu secara pasti berapa banyak konsumen yang menjadi korbannya," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Menurut penyelidikan polisi, PT Cahaya Mentari Pratama menjanjikan perumahan Multazam Islamic Residence di lokasi Jalan Raya Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur yang siap huni pada tahun ini. Sebagian besar konsumen yang menjadi korbannya telah melunasi cicilan yang pembayarannya diangsur sejak tahun 2016.

Kenyataannya lokasi perumahan yang dijanjikan sampai sekarang masih berupa rawa-rawa dan tanah kosong. Polisi memastikan seluruh lokasi yang dijanjikan tersebut milik orang lain.

"Kami sempat datangi kantor pemasarannya di Jalan Rungkut Menanggal Surabaya namun sudah tidak berpenghuni. Setelah kami selidiki, sejumlah pegawai yang pernah bekerja di sana sudah dipecat dan data-data di komputer terkait pemasaran perumahan itu juga dihapus," ucap Sandi.

Sementara itu, pelaku penipuan berinisial MS mengaku kepada polisi bahwa uang penjualan perumahan telah dihabiskan untuk kepentingan pribadinya, sehingga dua rekening miliknya telah diamankan polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kerugian yang diderita para konsumen

Kombes Pol Sandi menyebut potensi kerugian yang diderita para konsumen sebagai korbannya cukup besar, dari empat orang korban pelapor saja bisa mencapai Rp3,4 miliar. Polisi menyatakan akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari tahu siapa agen pemasarannya dan yang terlibat mengelola dana.

Ketua paguyuban korban, Aris menandaskan mayoritas konsumen yang menjadi korbannya tertipu setelah tergiur pembayaran cicilan dengan sistem syariah yang dijanjikan pengembang PT Cahaya Mentari Pratama, semisal tanpa bunga dan tidak ada denda apabila telat membayar angsurannya.

"Kami berharap uang seluruh konsumen bisa kembali. Tapi yang terpenting saat ini kami akan kawal proses hukumnya hingga seluruh pelaku tertangkap dan dijerat menggunakan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang," katanya. (ANT)

Sumber : www.hukumonline.com

Baca juga berita lainnya disini

Rosalie Propertindo

Rosalie Propertindo adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan umum, kontraktor (pekerjaan mekanikal & elektrikal, pekerjaan kontruksi, pembangunan jembatan, pembangunan gedung) serta developer (pembangunan perumahan/real estate).